Jakarta, (tvone)

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang, Jateng mulai beroperasi pada 13 Oktober 2009 atau mundur dari jadwal sesuai kontrak pada September 2009.

Direktur Konstruksi Strategis PLN, M Agung Nugroho mengatakan, jadwal operasi Rembang mundur karena keterlambatan pasokan batubara.

"Tapi, kami pastikan Rembang unit pertama beroperasi pada 13 Oktober 2009," katanya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pasokan batubara ke PLTU Rembang baru tiba 17 Agustus dan proses bongkar muat selesai 23 Agustus 2009.

Selanjutnya, pada 11 September 2009, PLTU Rembang dijadwalkan mulai melakukan "first firing" atau pembakaran pertama. Pada 13 Oktober 2009  baru direncanakan beroperasi dengan masuk sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Pada tahapan "first firing," PLTU akan memakai minyak solar. Namun secara bertahap digantikan dengan batubara.

Manajer Produksi Batubara PLN, Pudji Widodo, mengakui, PLTU Rembang baru mendapat pasokan batubara sebanyak 16.000 ton sejak 23 Agustus 2009.

"Pada 23 Agustus sudah dibongkar 8.000 ton batubara dari PT Titan Mining Energy. Hari (Rabu) ini, bongkar lagi batubara dari PT Arutmin Indonesia 8.000 ton. Jadi, sekitar tiga hari sekali bongkar batubara," ungkapnya.

Menurut dia, PLN menargetkan stok batubara PLTU Rembang telah terkumpul minimal 30 hari sebelum dilakukan operasi.

Ia menambahkan, harga batubara yang dipakai masih di bawah patokan Indonesia Coal Index (ICI).

PLTU Rembang berkapasitas 2x315 MW mendapat pasokan batubara sebesar 2,1 juta ton per tahun yang 50 perse. Di antaranya berasal dari PT Arutmin Indonesia dan 50 persen lainnya dari PT Titan Mining Energi.

Rembang merupakan tiga dari 35 proyek percepatan pembangkit 10.000 MW yang dijadwalkan beroperasi 2009.

Selain Rembang, PLTU Labuan, Banten dan PLTU Indramayu, Jabar juga dijadwalkan beroperasi tahun ini.

Sesuai kontrak, PLTU Rembang unit pertama dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada September 2009, unit kedua pada Desember 2009, dan unit ketiga pada Maret 2010. (Ant)

Sumber : tvone.co.id

 

BANTEN, KOMPAS.com — Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Banten Labuan dipastikan rampung dan mulai dikomersialkan atau commersial operation (COD) pada September 2009 untuk unit 1 dan pada Desember 2009 untuk unit 2.

Dengan adanya PLTU ini, kekurangan pasokan listrik sebesar 600 MW di Pulau Jawa-Bali akan teratasi. Manajer Proyek WIKA Eko Susilo Prayitno mengatakan, sejauh ini pembangunan proyek unit 1 telah rampung sekitar 90 persen.

"Sudah 90 persen selesai. Sekarang tinggal finishing," kata Manajer Proyek WIKA Eko Susilo Prayitno di PLTU 2 Banten Labuan, Banten, Sabtu (22/8).

Untuk proyek ini, PLN memang menggandeng WIKA sebagai kontraktor. PLTU 2 Banten menempati area seluas 66,8 hektar. Sejumlah 60 persen dari luar total lahan digunakan untuk pembangkit unit 1 dan unit 2. Adapun sekitar 40 persen lainnya untuk extension unit 3 dan 4.

Proyek Labuan merupakan salah satu di antara 10 proyek pembangkit di Jawa, bagian dari percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik PLTU 10.000 MW.

ANI

Sumber : Kompas.com

 

Senin, 14/01/2008 16:26 WIB 

Pemerintah memutuskan untuk menurunkan bea masuk kedelai dari 10% menjadi 0%, karena harga kedelai impor yang naik dari US$ 300 per ton menjadi US$ 600 per ton.

Read more...
 

Main Menu

Site Statistics

274,187Visitors:
30Visitors today:
48Visitors yesterday:
Home arrow C S R
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PDF Print E-mail

 

 

 

 

 

 

KBS has strong commitment to participate in improving community welfare around company, either in economics area, social, education and also job opportunity. Caring to public around this poured in program Kemitraan and Bina lingkungan ( Community Development) like : drill well facility, scholarship, training, health, contribution of fund for building or maintaining school, mosque, public infrastructure, etc

 
Google
 
© 2010 Cigadingport Official Website
PT Krakatau Bandar Samudera - Cigading - Banten - Indonesia