|
BANDUNG, KOMPAS – Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dinilai sudah jenuh karena wilayahnya sulit diperluas. Karena itu, pelabuhan atau terminal pendukung dianggap perlu dibangun di Jawa Barat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Sunaryo, Kamis (4/2) di Bandung, mengatakan, daerah yang dianggap memenuhi syarat untuk membangun pelabuhan, misalnya, adalah Kabupaten Bekasi dan Karawang. ”Tanjung Priok sudah jenuh secara geografis, mau ke mana lagi dikembangkan. Silakan dibangun pelabuhan karena di Jabar sentra produksinya sangat banyak,” kata Sunaryo seusai pembukaan 10th Internasional Association of Ports and Harbors Asia/ Oceania Regional Meeting and Port Forum. Kepadatan aktivitas pelabuhan di Tanjung Priok kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas. Menurut Sunaryo, pelabuhan cirebon juga bisa dipertimbangkan untuk dikembangkan. Namun, jaraknya dianggap terlalu jauh dan banyak masalah teknis jika pelabuhan itu mejadi pendukung. Kapal laut berbobot 20.000 gros ton, misalnya, akan sulit merapat ke pelabuhan karena banyak pipa minyak. Ketua DPRD Jabar Irfan Surya negara mengatakan, izin pembangunan pelabuhanberskala internasional di Jabar sebenarnya sudah diajukan kepada pemerintah pusat, setidaknya sejak 10 tahun lalu. Namun, izin yang ditunggu belum ditandatangani Kementerian Perhubungan. (BAY) |