|
JAKARTA (Bisnis Indonesia) Kementrian Perhubungan menetapkan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak usaha PT Krakatau Steel, sebagai perusahaan pertama yang mengantongi izin Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Indonesia.
Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Suwandi Saputro mengatakan penetapan itu disahkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. KP.309/2010 tentang Pemberian Izin Usaha kapada KBS sebagai BUP. “Yang sudah keluar sebagai BUP baru KBS karena sudah memenuhi semua persyaratan sesuai dengan Undang-undang No. 17/2008 tentang Pelayaran,” katanya akhir pekan lalu. Menurut dia, persyaratan yang telah dipenuhi oleh KBS antara lain kesiapan SDM, Akta Pendirian usaha Bidang Kepelabuhanan, serta memiliki sarana dan prasarana di pelabuhan. Suwandi menjelaskan dengan izin BUP, KBS bisa mengembangkan usaha mengelola pelabuhan umum setelah sebelumnya berpengalaman mengoperasikan terminal khusus atau dikenal dengan nama pelabuhan khusus. “Selain itu KBS bisa langsung bersaing dengan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV,” katanya. Suwandi menambahkan ruang lingkup pelayanan KBS di bidang Pelabuhan juga diperluas menjadi pelayanan dermaga, bongkar muat barang, jasa terminal peti kemas, dan penyediaan jasa penundaan kapal. Berdasarkan Keputusan Menhub No. KP.309/2010, anak usaha Krakatau Steel itu juga diizinkan melakukan kegiatan perusahaan untuk lebih dari satu terminal. Dalam situs resmi KBS, GM Port Management dan Logistic Services KBS Didan Failatunis mengungkapkan perusahaannya akan melakukan ekspansi bisnis untuk memanfaatkan peluang mengembangkan pasar pelabuhan. Saat ini, KBS mengelola Pelabuhan Cigading, Cilegon, dan Pelabuhan milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yaitu di PLTU Labuan dan PLTU Rembang. Pada tahun ini KBS akan mengembangkan Pelabuhan PLTU Pacitan dan PLTU Mauk Teluk Naga yang tiap-tiap PLTU menggunakan batu bara sebanyak 2 – 3 juta ton per tahun. Di pelabuhan milik PT PLN, KBS memberikan pelayanan jasa penundaan, mooring, pengoperasian dan perawatan ship unloader, serta perawatan dermaga dan sarana bantu navigasi pelayaran. Sampai saat ini, KBS masih melakukan proses knowledge transfer untuk pengoperasian dan perawatan ship unloader (SU) buatan China yang digunakan di 10 PLTU milik PLN. Dengan demikian, KBS adalah satu-satunya perusahaan di Indonesia yang sudah menguasai teknologi SU buatan China dan bisa bermitra apabila teknologi itu di operasikan di seluruh Indonesia. |