Beranda

Login



Menu pengguna

Polling

Port of Cigading Development Priority
 

Selamat Datang di Pelabuhan Cigading
Sosialisasi GCG PT KBS tahun 2014 PDF Print E-mail
Written by humas   

Implementasi GCG di PT KBS

 

Bertempat di ruang Syahbandar, PT. Krakatau Bandar Samudera, diadakan sosialisasi internal pedoman Good Corporate Governance (GCG) 15-16 April 2014, pedoman etika bisnis & etika kerja serta prosedur kerja yang bertemakan “menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai perusahaan melalui penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance”. Trisakti Governance Center menjadi pembicara pada acara sosialisasi tersebut. Deni Darmawati dan Mohamad Fajri M.P sebagai perwakilan dari TGC memberikan paparannya tentang GCG dan bagaimana menerapkan di PT KBS.


Kamis, 17 April 2014, diadakan juga Sosialisasi kepada para costumer dan stake holder PT KBS. Bertempat di the Royale Krakatau Hotel Cilegon, seluruh tamu undangan yang hadir antusias mendengarkan paparan materi yang diberikan dari TGC yang kali ini diwakilkan oleh Ismaya Aji. Pada sosialisasi tersebut juga David Rahadian selaku Direktur Pengembangan Usaha PT KBS, memberikan materi yang kedua mengenai prosedur pembuatan permintaan pelayanan jasa dan prosedur pengadaan barang dan jasa yang ada di PT KBS.

Acara yang rutin diadakan setahun sekali ini, merupakan momentum yang baik bagaimana PTKBS yang selalu terus tumbuh berkembang menjadi badan usaha pelabuhan terkemuka di Indonesia dapat menjalankan bersama dengan seluruh insan PT KBS, menerapkan prinsip-prinsip GCG pada setiap aspek bisnis yang dijalankan di perusahaan.

Materi mengenai sosialisasi good corporate governance untuk stakeholders internal dan eksternal dapat di unduh pada menu utama Profil Perusahaan lalu pilih menu Tata Kelola Perusahaan.(Corsec PTKBS)

 

 

Last Updated on Thursday, 24 April 2014 05:06
 
Warung Amal PT Krakatau Bandar Samudera PDF Print E-mail
Written by humas   

PT Krakatau Bandar Samudera

Meriahkan MTQ XI Provinsi Banten

 

M

 

usabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI tingkat Provinsi Banten terselenggara dengan sukses. MTQ tingkat provinsi tersebut berlangsung dari tanggal 19-23 Maret 2014. MTQ ke XI bertema “Momentum Membumikan Al Qur’an dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara” tersebut dibuka dan ditutup oleh Bapak Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi.

Pada MTQ Ke-11 ini, PT Krakatau Bandar Samudera ikut memeriahkan perhelatan akbar kota Cilegon tersebut dengan mendirikan dua unit warung amal. Warung Amal tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Krakatau Bandar Samudera. Warung amal yang dibuka selama MTQ berlangsung didirikan untuk memberikan pelayanan minuman dan makanan gratis kepada masyarakat yang menyaksikan para wakil-wakil delapan kabupaten/klota di Provinsi Banten bersaing dalam ajang MTQ. (zf/sekper-kbs)

 

Last Updated on Tuesday, 25 March 2014 05:07
 
Membangun Perekonomian Maritim PDF Print E-mail
Written by humas   

Seminar Nasional Kepelabuhanan

Membangun Perekonomian Maritim

Berdasar Tatanan Kepelabuhanan Nasional

P

erkembangan industri menengah, berat, dan kimia yang saat ini menjadi fenomena di negara-negara berkembang termasuk Indonesia telah menjadikan sektor industri kepelabuhan menggeliat seiring dengan pertumbuhan pasar. Khusus untuk Propinsi Banten, pertumbuhan sektor riil di provinsi ini terutama di wilayah Kota Cilegon memerlukan sarana infrastuktur pelabuhan laut yang mampu untuk melayani kebutuhan handling bahan baku dan hasil produksi.

Pelabuhan laut yang semula hanya sebagai tempat point dan link dari mata rantai transportasi laut, saat ini telah berkembang menjadi pusat layanan yang mampu menawarkan paket pelayanan komprehensif dan terpadu, pusat distribusi dan layanan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) bagi industri penggunanya. Saat ini disadari para pelaku penyedia jasa kepelabuhan menyadari bahwa adanya perubahan pola pikir konsumen dan sistem perdagangan dunia yang menginginkan adanya total solution yang disertai dengan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Memperhatikan hal tersebut dan dengan mengedepankan adanya potensi dan demand pasar akan jasa kepelabuhanan, maka pada hari Rabu lalu (12/3/2014) bertempat di Royale Krakatau, dilakukan Seminar Nasional Kepelabuhanan. Seminar Nasional ini merupakan prakarsa dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Banten (KSOP Banten) dan bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera serta Pelindo II Cabang Banten. Seminar Nasional tersebut menghadirkan Nara Sumber Capt. Bobby Mamahit yang saat ini menjabat selaku Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan. Adapun pemakalah antara lain David Rahadian (Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera), Agung (GM Pelindo II Cabang Banten), (INSA Banten). Seminar Nasional yang bertema “Membangun Perekonoimian Maritim Pelabuhan” dihadiri oleh pelaku-pelaku bisnis dan pengelola pelabuhan baik Pelabuhan Umum, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan pengusaha Dermaga Khusus (Dersus).

Seminar Nasional Kepelabuhan ini dibuka oleh Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Nafri, S.H., M.H. Dalam sambutannya Nafri menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi dalam industri jasa kepelabuhanan di dunia saat ini telah berkembang sangat cepat dan telah meningkatkan fungsi dan efisiensi pelayanan pelabuhan. “Mengingat hal tersebut sudah seyogyanya para pelaku penyedia jasa kepelabuhanan menyiapkan fasilitas kepelabuhanan dan sarana penunjangnya termasuk master plan untuk menangkap pasar yang ada”, papar Nafri.

Bobby Mamahit dalam paparannya menyorot pentingnya pengelola pelabuhan membuat master plan sebagai arah pengembangan bisnis pelabuhan. Master plan tersebut juga dirasa penting sebagai bagian dari pembuatan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Banten. “Pembuatan master plan dan Rencana Induk Pelabuhan merupakan kewajiban masing-masing pengelola pelabuhan dan penyelenggara pelabuhan sebagai amanat dari Undang-Undang Pelayaran No 16 tahun 1998. Rencana Induk Pelabuhan tersebut merupakan arajh kebijakan pengembangan pelabuhan secara nasional untuk jangka panjang”, papar Bobby. Rencana Induk Pelabuhan juga merupakan strategi bagi pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang ada di wilayah daratan dan perairan Banten sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pengoperasian dan pengembangan pelabuhan dalam perekonomian maritim nasional pada umumnya dan Banten khususnya.


Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Propinsi Banten, Agus Sutanto, pada kesempatan seminar ini mengingatkan tingginya potensi angkutan dalam pembangunan perekonomian di wilayah Banten. Agus menyatakan bahwa Pelabuhan Banten yang terletak di Selat Sunda merupakan kawasan laut yang sangat strategis bagi industri seperti industri kimia, minyak, gas, besi/baja, dan lain-lain. Selat Sunda merupakan jalur internasional yang paling sering dilewati kapal-kapal nasional maupun internasional seperti Australia, India, Afrika Selatan, Eropa Timur menuju Indonesia serta menuju Malaysia, Filipina, dan Singapura yang menjadi pusat perdagangan internasional kawasan Asia Pasific.“Kondisi ini tentunya akan bedampak terhadap industri pelabuhan dan pelayaran sebagai moda pengangkut”, tambahnya.

PT Krakatau Bandar Samudera Menuju Green Port

Pada Seminar Nasional kali ini, PT Krakatau Bandar Samudera juga diundang sebagai pemakalah mengingat peranannya yang besar dalam pengoperasian pelabuhan Cigading. David Rahadian selaku Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera memaparkan tentang keberadaan PT Krakatau Bandar Samudera sebagai salah satu penyelenggara pelabuhan termasuk sistem layanan dan fasilitas yang dimiliki dalam memberikan pelayanan kepada para customer. Seperti diketahui, PT Krakatau Bandar Samudera merupakan pengelola TUKS PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dimana pada tanggal 28 Februari 2014 yang lalu meresmikan fasilitas kepelabuhanan tambahan berupa Dermaga V, Dermaga VI, dua unit Grab Gantry Ship Unloader, dan satu unit sistem Line Conveyor. Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, PT Krakatau Bandar Samudera saat ini telah memberikan pelayanan tidak saja untuk kepentingan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. selaku induk Perusahaan, juga memberikan pelayanan handling untuk kargo milik PT Krakatau Posco, dan proses unloading/loading kargo food, feed, dan batu bara serta gypsum. PT Krakatau Bandar Samudera tercatat sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pertama di Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP.309 tahun 2010 tanggal 18 Juni 2010.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan peserta seminar, David Rahadian menambahkan bahwa untuk mewujudkan visinya sebagai Badan Usaha Pelabuhan Terkemuka di Indonesia dan untuk mengantisipasi pengembangan industri jasa kepelabuhanan yang semakin kompetitif, PT Krakatau Bandar Samudera telah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi manajerial dan operasional kepelabuhanan yang bertaraf world class port operator. PT Krakatau Bandar Samudera baru-baru ini telah menjalin kesepakatan kerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) guna menyiapkan konsep training dan worskhop bagi karyawan PTKBS dan perumusan konsep PTKBS menuju green port.

Upaya yang dilakukan PTKBS ini tidak terlepas dari tuntutan pasar dan sebagai upaya untuk meningkatkan Integritas dan Loyalitas customer kepada PT Krakatau Bandar Samudera akan tetapi juga didorong keinginan untuk mewujudkan visinya sebagai Badan Usaha Pelabuhan Terkemuka di Indonesia. PTKBS percaya bahwa dengan adanya integritas dan loyalitas semua pihak atau stakeholders kepada PT Krakatau Bandar Samudera dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai induk Perusahaan, hal ini mampu memberikan nilai positif bagi tumbuh dan berkembangnya PTKBS dan PT Krakatau Steel (Persero )Tbk. PTKBS selaku pengelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PTKS berharap senantiasa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dari seminar Nasional Kepalabuhan yang diadakan sehari penuh tersebut disimpulkan bahwa berdasarkan Undnag-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran serta Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2009 tentang Kepelabuhanan disebutkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional merupakan suatu proses pengaturan ruang kepelabuhanan nasional yang memuat tentang kebijakan pengembangan pelabuhan jangka panjang, rencana lokasi, dan hierarki pelabuhan secara nasional yang merupakan pedoman dalam penetapan lokasi, pembangunan, pengoperasian dan pengembangan pelabuhan.

Adapun Rencana Induk Pelabuhan adalah pengaturan ruang pelabuhan berupa peruntukkan rencanan tata ruang tanah dan perairan di Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. Rencana Induk Pelabuhan Nasional tersebut menjadi dasar dalam penyusuanan Tatanan Kepelabuhan Nasional. Adapun Tatanan Kepabuhanan Nasional sangat penting artinya guna mewujudkan penyelenggara pelabuhan yang andal dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi, dan mempunyai daya saing global untuk menunjang pembangunan nasional dan daerah yang ber-Wawasan Nusantara guna mewujudkan misi ekonomi Indonesia 2015 mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. (zf/sekper-kbs).

Last Updated on Friday, 21 March 2014 01:47
 
PT. KRAKATAU BANDAR SAMUDERA Berdiri di Ujung Lautan, Menjawab Tantangan PDF Print E-mail
Written by Corsec   
Friday, 21 February 2014 03:59

Tahun anggaran 2013 telah ditutup di penghujung priode akuntansi lalu. Pencapaian PT. Krakatau Bandar Samudera untuk tahun anggaran 2013 tersebut adalah Total Aktiva sebesar Rp1,096 trilyun, pembukuan laba bersih setelah pajak Rp67 Milyar, dengan capaian profit margin sebesar 15,62%. Catatan keuangan tersebut memang masih unaudited, akan tetapi pencapaian tersebut tentunya membanggakan khususnya bagi Direksi dan Karyawan sertra sleuruh stakeholders.


Sebagai kilas balik, PT Krakatau Bandar Samudera adalah salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang sebelum tahun 1996 statusnya adalah sebagai salah satu Divisi di PT Krakatau Steel. Tahun 1996, seiring dengan kebutuhan PT. Krakatau Steel untuk menjawab kebutuhan ekspor dan impor bahan baku serta prosuk jadinya, maka didirikanlah anak perusahaan sebagai pengelola pelabuhan (management port) yang diberi nama PT. Krakatau Bandar Samudera.

 

Last Updated on Friday, 21 March 2014 01:43
Read more...
 
Peduli Kesehatan Masyarakat PT Krakatau Bandar Samudera Adakan Pengobatan Gratis PDF Print E-mail
Written by Corsec   
Tuesday, 04 March 2014 10:14

Dalam rangka menyambut hari jadinya yang ke-18, PT Krakatau Bandar Samudera pada hari Selasa lalu (18/2/2014) melakukan kegiatan pemberian pengobatan gartis kepada masyarakat dari 6 kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Ciwandan. Msayakarat enam kelurahan yang menjadi sasaran kepedulian Perusahaan untuk meningkatkan taraf kesehatan tersebut adalah Kelurahan Kepuh, Kelurahan Tagalratu, Kelurahan Randakari, Kelurahan Banjarnegara, dan Kelurahan Gunung Sugih.


Kegiatan pengobatan gratisn yang bertajuk PT KBS peduli meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan sekitar ini selain melibatkan dokter dan para medis dari PT Krakatau Medika,dokter dan para medis dari Puskesmas Kecamatan Ciwandan, dan Para Staf dan jajaran kantor Kecamatan Ciwandan. Dalam sambutannya Tb Dony Sugihmukti selaku Direktur Utama PT. Krakatau Bandar Samudera mengungkapkan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini merupakan wujud nyata dari komitmen PTKBS untuk meningkatkan kesehatan dan taraf hiduo masyarakat sekitar Perusahaan. “Program Pengobatan Gratis ini merupakan Program Corporate Social Responsibility yang akan kami gulirkan terus setiap tahunnya,” ungkap Dony lebih lanjut.


Pada kesempatan ini pun turut hadir Ujang Iing selaku Kadis Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Cilegon yang sekaligus Pelaksana Harian Camat Ciwandan. Dalam sambutannya Ujang Iing sangat mengapreasiasi kegiatan Pengobatan Gratis yang diadakan PTKBS. “Program ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Cilegon yang salah satu programnya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat Cilegon,” ungkap Iing. Lebih lanjut Iing mengharapkan PTKBS tidak berhenti sampai pengobatan gratis saja akan tetapi program kesehetan lainnya yang saat ini juga sedang digencar-gencarkan oleh Pemerintah Kota Cilegon yakni foggingisasi, dan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah yang saat ini sering menjangkit masyarakat khususnya di Ciwandan.


Dalam program pengobatan gratis ini, Perusahaan telah membagikan 300 kupon berobat kepada masyarakat utamanya masyarakat yang kurang mampu yang berada di sekitar Perusahaan. Koordinasi dilakukan jauh-jauh hari dengan melibatkan para lurah dari 6 Kkelurahan di wilayah Kecamatan Ciwandan, Manager Marketing PT Krakatau Medika, dan Kepala Puskesmas Ciwandan. Muhammad Zikri selaku Kadiv Sekper dan juga sebagai Ketua Panitia HUT PTKBS ke-18 memberikan pernyataan bahwa kegiatan pengiobatan gratis ini juga sebagai pertanda bahwa PTKBS bukan hanya sebagai entity yang didirikan untuk mencari keuntungan dalam bisnis akan tetapi juga memberikan manfaat bagi para stakeholders dan masyarakat sekitar Perusahaan. “Keberadaan PTKBS diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat,” papar Zikri. Adapun pengobatan gratis ini berlangsung sejak pukul 08.00 dan berakhir pukul 13.00 wib. (zf-sekper/kbs)

 

Last Updated on Friday, 14 March 2014 08:19
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8

Pengguna Online

We have 11 guests online

Peta Pengunjung