Beranda

Login



Menu pengguna

Polling

Port of Cigading Development Priority
 

Selamat Datang di Pelabuhan Cigading
Warung Amal PT Krakatau Bandar Samudera PDF Print E-mail
Written by humas   

PT Krakatau Bandar Samudera

Meriahkan MTQ XI Provinsi Banten

 

M

 

usabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI tingkat Provinsi Banten terselenggara dengan sukses. MTQ tingkat provinsi tersebut berlangsung dari tanggal 19-23 Maret 2014. MTQ ke XI bertema “Momentum Membumikan Al Qur’an dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara” tersebut dibuka dan ditutup oleh Bapak Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi.

Pada MTQ Ke-11 ini, PT Krakatau Bandar Samudera ikut memeriahkan perhelatan akbar kota Cilegon tersebut dengan mendirikan dua unit warung amal. Warung Amal tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Krakatau Bandar Samudera. Warung amal yang dibuka selama MTQ berlangsung didirikan untuk memberikan pelayanan minuman dan makanan gratis kepada masyarakat yang menyaksikan para wakil-wakil delapan kabupaten/klota di Provinsi Banten bersaing dalam ajang MTQ. (zf/sekper-kbs)

 

Last Updated on Tuesday, 25 March 2014 05:07
 
Membangun Perekonomian Maritim PDF Print E-mail
Written by humas   

Seminar Nasional Kepelabuhanan

Membangun Perekonomian Maritim

Berdasar Tatanan Kepelabuhanan Nasional

P

erkembangan industri menengah, berat, dan kimia yang saat ini menjadi fenomena di negara-negara berkembang termasuk Indonesia telah menjadikan sektor industri kepelabuhan menggeliat seiring dengan pertumbuhan pasar. Khusus untuk Propinsi Banten, pertumbuhan sektor riil di provinsi ini terutama di wilayah Kota Cilegon memerlukan sarana infrastuktur pelabuhan laut yang mampu untuk melayani kebutuhan handling bahan baku dan hasil produksi.

Pelabuhan laut yang semula hanya sebagai tempat point dan link dari mata rantai transportasi laut, saat ini telah berkembang menjadi pusat layanan yang mampu menawarkan paket pelayanan komprehensif dan terpadu, pusat distribusi dan layanan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) bagi industri penggunanya. Saat ini disadari para pelaku penyedia jasa kepelabuhan menyadari bahwa adanya perubahan pola pikir konsumen dan sistem perdagangan dunia yang menginginkan adanya total solution yang disertai dengan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Memperhatikan hal tersebut dan dengan mengedepankan adanya potensi dan demand pasar akan jasa kepelabuhanan, maka pada hari Rabu lalu (12/3/2014) bertempat di Royale Krakatau, dilakukan Seminar Nasional Kepelabuhanan. Seminar Nasional ini merupakan prakarsa dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Banten (KSOP Banten) dan bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera serta Pelindo II Cabang Banten. Seminar Nasional tersebut menghadirkan Nara Sumber Capt. Bobby Mamahit yang saat ini menjabat selaku Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan. Adapun pemakalah antara lain David Rahadian (Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera), Agung (GM Pelindo II Cabang Banten), (INSA Banten). Seminar Nasional yang bertema “Membangun Perekonoimian Maritim Pelabuhan” dihadiri oleh pelaku-pelaku bisnis dan pengelola pelabuhan baik Pelabuhan Umum, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan pengusaha Dermaga Khusus (Dersus).

Seminar Nasional Kepelabuhan ini dibuka oleh Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Nafri, S.H., M.H. Dalam sambutannya Nafri menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi dalam industri jasa kepelabuhanan di dunia saat ini telah berkembang sangat cepat dan telah meningkatkan fungsi dan efisiensi pelayanan pelabuhan. “Mengingat hal tersebut sudah seyogyanya para pelaku penyedia jasa kepelabuhanan menyiapkan fasilitas kepelabuhanan dan sarana penunjangnya termasuk master plan untuk menangkap pasar yang ada”, papar Nafri.

Bobby Mamahit dalam paparannya menyorot pentingnya pengelola pelabuhan membuat master plan sebagai arah pengembangan bisnis pelabuhan. Master plan tersebut juga dirasa penting sebagai bagian dari pembuatan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Banten. “Pembuatan master plan dan Rencana Induk Pelabuhan merupakan kewajiban masing-masing pengelola pelabuhan dan penyelenggara pelabuhan sebagai amanat dari Undang-Undang Pelayaran No 16 tahun 1998. Rencana Induk Pelabuhan tersebut merupakan arajh kebijakan pengembangan pelabuhan secara nasional untuk jangka panjang”, papar Bobby. Rencana Induk Pelabuhan juga merupakan strategi bagi pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang ada di wilayah daratan dan perairan Banten sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pengoperasian dan pengembangan pelabuhan dalam perekonomian maritim nasional pada umumnya dan Banten khususnya.


Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Propinsi Banten, Agus Sutanto, pada kesempatan seminar ini mengingatkan tingginya potensi angkutan dalam pembangunan perekonomian di wilayah Banten. Agus menyatakan bahwa Pelabuhan Banten yang terletak di Selat Sunda merupakan kawasan laut yang sangat strategis bagi industri seperti industri kimia, minyak, gas, besi/baja, dan lain-lain. Selat Sunda merupakan jalur internasional yang paling sering dilewati kapal-kapal nasional maupun internasional seperti Australia, India, Afrika Selatan, Eropa Timur menuju Indonesia serta menuju Malaysia, Filipina, dan Singapura yang menjadi pusat perdagangan internasional kawasan Asia Pasific.“Kondisi ini tentunya akan bedampak terhadap industri pelabuhan dan pelayaran sebagai moda pengangkut”, tambahnya.

PT Krakatau Bandar Samudera Menuju Green Port

Pada Seminar Nasional kali ini, PT Krakatau Bandar Samudera juga diundang sebagai pemakalah mengingat peranannya yang besar dalam pengoperasian pelabuhan Cigading. David Rahadian selaku Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera memaparkan tentang keberadaan PT Krakatau Bandar Samudera sebagai salah satu penyelenggara pelabuhan termasuk sistem layanan dan fasilitas yang dimiliki dalam memberikan pelayanan kepada para customer. Seperti diketahui, PT Krakatau Bandar Samudera merupakan pengelola TUKS PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dimana pada tanggal 28 Februari 2014 yang lalu meresmikan fasilitas kepelabuhanan tambahan berupa Dermaga V, Dermaga VI, dua unit Grab Gantry Ship Unloader, dan satu unit sistem Line Conveyor. Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, PT Krakatau Bandar Samudera saat ini telah memberikan pelayanan tidak saja untuk kepentingan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. selaku induk Perusahaan, juga memberikan pelayanan handling untuk kargo milik PT Krakatau Posco, dan proses unloading/loading kargo food, feed, dan batu bara serta gypsum. PT Krakatau Bandar Samudera tercatat sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pertama di Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP.309 tahun 2010 tanggal 18 Juni 2010.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan peserta seminar, David Rahadian menambahkan bahwa untuk mewujudkan visinya sebagai Badan Usaha Pelabuhan Terkemuka di Indonesia dan untuk mengantisipasi pengembangan industri jasa kepelabuhanan yang semakin kompetitif, PT Krakatau Bandar Samudera telah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi manajerial dan operasional kepelabuhanan yang bertaraf world class port operator. PT Krakatau Bandar Samudera baru-baru ini telah menjalin kesepakatan kerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) guna menyiapkan konsep training dan worskhop bagi karyawan PTKBS dan perumusan konsep PTKBS menuju green port.

Upaya yang dilakukan PTKBS ini tidak terlepas dari tuntutan pasar dan sebagai upaya untuk meningkatkan Integritas dan Loyalitas customer kepada PT Krakatau Bandar Samudera akan tetapi juga didorong keinginan untuk mewujudkan visinya sebagai Badan Usaha Pelabuhan Terkemuka di Indonesia. PTKBS percaya bahwa dengan adanya integritas dan loyalitas semua pihak atau stakeholders kepada PT Krakatau Bandar Samudera dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai induk Perusahaan, hal ini mampu memberikan nilai positif bagi tumbuh dan berkembangnya PTKBS dan PT Krakatau Steel (Persero )Tbk. PTKBS selaku pengelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PTKS berharap senantiasa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dari seminar Nasional Kepalabuhan yang diadakan sehari penuh tersebut disimpulkan bahwa berdasarkan Undnag-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran serta Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2009 tentang Kepelabuhanan disebutkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional merupakan suatu proses pengaturan ruang kepelabuhanan nasional yang memuat tentang kebijakan pengembangan pelabuhan jangka panjang, rencana lokasi, dan hierarki pelabuhan secara nasional yang merupakan pedoman dalam penetapan lokasi, pembangunan, pengoperasian dan pengembangan pelabuhan.

Adapun Rencana Induk Pelabuhan adalah pengaturan ruang pelabuhan berupa peruntukkan rencanan tata ruang tanah dan perairan di Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. Rencana Induk Pelabuhan Nasional tersebut menjadi dasar dalam penyusuanan Tatanan Kepelabuhan Nasional. Adapun Tatanan Kepabuhanan Nasional sangat penting artinya guna mewujudkan penyelenggara pelabuhan yang andal dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi, dan mempunyai daya saing global untuk menunjang pembangunan nasional dan daerah yang ber-Wawasan Nusantara guna mewujudkan misi ekonomi Indonesia 2015 mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. (zf/sekper-kbs).

Last Updated on Friday, 21 March 2014 01:47
 
PT. KRAKATAU BANDAR SAMUDERA Berdiri di Ujung Lautan, Menjawab Tantangan PDF Print E-mail
Written by Corsec   
Friday, 21 February 2014 03:59

Tahun anggaran 2013 telah ditutup di penghujung priode akuntansi lalu. Pencapaian PT. Krakatau Bandar Samudera untuk tahun anggaran 2013 tersebut adalah Total Aktiva sebesar Rp1,096 trilyun, pembukuan laba bersih setelah pajak Rp67 Milyar, dengan capaian profit margin sebesar 15,62%. Catatan keuangan tersebut memang masih unaudited, akan tetapi pencapaian tersebut tentunya membanggakan khususnya bagi Direksi dan Karyawan sertra sleuruh stakeholders.


Sebagai kilas balik, PT Krakatau Bandar Samudera adalah salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang sebelum tahun 1996 statusnya adalah sebagai salah satu Divisi di PT Krakatau Steel. Tahun 1996, seiring dengan kebutuhan PT. Krakatau Steel untuk menjawab kebutuhan ekspor dan impor bahan baku serta prosuk jadinya, maka didirikanlah anak perusahaan sebagai pengelola pelabuhan (management port) yang diberi nama PT. Krakatau Bandar Samudera.

 

Last Updated on Friday, 21 March 2014 01:43
Read more...
 
Peduli Kesehatan Masyarakat PT Krakatau Bandar Samudera Adakan Pengobatan Gratis PDF Print E-mail
Written by Corsec   
Tuesday, 04 March 2014 10:14

Dalam rangka menyambut hari jadinya yang ke-18, PT Krakatau Bandar Samudera pada hari Selasa lalu (18/2/2014) melakukan kegiatan pemberian pengobatan gartis kepada masyarakat dari 6 kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Ciwandan. Msayakarat enam kelurahan yang menjadi sasaran kepedulian Perusahaan untuk meningkatkan taraf kesehatan tersebut adalah Kelurahan Kepuh, Kelurahan Tagalratu, Kelurahan Randakari, Kelurahan Banjarnegara, dan Kelurahan Gunung Sugih.


Kegiatan pengobatan gratisn yang bertajuk PT KBS peduli meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan sekitar ini selain melibatkan dokter dan para medis dari PT Krakatau Medika,dokter dan para medis dari Puskesmas Kecamatan Ciwandan, dan Para Staf dan jajaran kantor Kecamatan Ciwandan. Dalam sambutannya Tb Dony Sugihmukti selaku Direktur Utama PT. Krakatau Bandar Samudera mengungkapkan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini merupakan wujud nyata dari komitmen PTKBS untuk meningkatkan kesehatan dan taraf hiduo masyarakat sekitar Perusahaan. “Program Pengobatan Gratis ini merupakan Program Corporate Social Responsibility yang akan kami gulirkan terus setiap tahunnya,” ungkap Dony lebih lanjut.


Pada kesempatan ini pun turut hadir Ujang Iing selaku Kadis Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Cilegon yang sekaligus Pelaksana Harian Camat Ciwandan. Dalam sambutannya Ujang Iing sangat mengapreasiasi kegiatan Pengobatan Gratis yang diadakan PTKBS. “Program ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Cilegon yang salah satu programnya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat Cilegon,” ungkap Iing. Lebih lanjut Iing mengharapkan PTKBS tidak berhenti sampai pengobatan gratis saja akan tetapi program kesehetan lainnya yang saat ini juga sedang digencar-gencarkan oleh Pemerintah Kota Cilegon yakni foggingisasi, dan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah yang saat ini sering menjangkit masyarakat khususnya di Ciwandan.


Dalam program pengobatan gratis ini, Perusahaan telah membagikan 300 kupon berobat kepada masyarakat utamanya masyarakat yang kurang mampu yang berada di sekitar Perusahaan. Koordinasi dilakukan jauh-jauh hari dengan melibatkan para lurah dari 6 Kkelurahan di wilayah Kecamatan Ciwandan, Manager Marketing PT Krakatau Medika, dan Kepala Puskesmas Ciwandan. Muhammad Zikri selaku Kadiv Sekper dan juga sebagai Ketua Panitia HUT PTKBS ke-18 memberikan pernyataan bahwa kegiatan pengiobatan gratis ini juga sebagai pertanda bahwa PTKBS bukan hanya sebagai entity yang didirikan untuk mencari keuntungan dalam bisnis akan tetapi juga memberikan manfaat bagi para stakeholders dan masyarakat sekitar Perusahaan. “Keberadaan PTKBS diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat,” papar Zikri. Adapun pengobatan gratis ini berlangsung sejak pukul 08.00 dan berakhir pukul 13.00 wib. (zf-sekper/kbs)

 

Last Updated on Friday, 14 March 2014 08:19
 
Go Green Port PT Krakatau Bandar Samudera Tanam Pohon PDF Print E-mail
Written by Corsec   
Tuesday, 04 March 2014 10:04

Dalam rangka menyambut hari jadinya yang ke-18, PT Krakatau Bandar Samudera pada hari Jum’at lalu (21/2/2014) melakukan kegiatan penanaman pohon. Area penanaman berada di jalan baru dalam pelabuhan dan area lapangan sepak bola. Jumlah pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut berjumlah 150 batang pohon yang terdiri dari 100 batang pohon Trembesi yang mempunyai nama latin Samanea Saman dan 50 batang pohon Mahoni atau Swietenia Mahagony.

Kegiatan penanaman pohon yang bertajuk PT KBS peduli meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan sekitar ini selain melibatkan Direksi, manajemen dan karyawan-karyawati Perusahaan, juga melibatkan masyarakat sekitar Perusahaan. Mengawali acara Tb Dony Sugihmukti selaku Direktur Utama mengharapkan kegiatan penanaman pohon atau penghijauan ini dapat terus dilakukan secara konsisten. Sehingga dengan konsistensi tersebut diharapkan, Perusahaan selaku pelaku industri dapat memenuhi kewajibannya kepada lingkungan khususnya lingkungan sekitar Perusahaan. Sedangkan Muhammad Zikri selaku Panitia HUT PTKBS ke-18 dalam kesempatan ini menyatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan upaya Perusahaan untuk memperbaiki ekosistem terutama di area jalan baru yang merupakan fasilitas yang baru dibangun Perusahaan dan area lapangan sepak bola yang acap kali tergenang air saat musim penghujan datang. “Program penghijauan ini juga bertujuan untuk menjadikan Pelabuhan Cigading sebagai green port atau pelabuhan hijau,” ungkap Zikri lebih lanjut.

Penanaman pohon tambahan di lapangan sepak bola ini juga bertujuan untuk menambah jumlah pohon di area tersebut sehingga dapat berdampak positif bagi kelangsungan fungsi ekosistem setempat dan masyarakat pengguna lapangan sepak bola tersebut. Untuk diketahui bahwa lapangan sepak bola PTKBS tersebut merupakan satu-satunya lapangan sepak bola yang cukup representatif di wilayah Kecamatan Ciwandan. Lapangan tersebut sering kali digunakan masyarakat untuk kegiatan olah raga, kepemudaan, upacara hari Nasional, dan kegiatan Kecamatan Ciwandan.

Diharapkan juga dengan adanya tambahan pohon-pohon tersebut, maka debu yang berasal dari angkutan kargo dari dan ke pelabuhan yang menjadi permasalahan masyarakat yang bermukim di wilayah Kelurahan Tegalratu dan Kampung Lijajar dapat sedikit teratasi. Tidak hanya itu, untuk jangka panjang program penanaman pohon di area pelabuhan PTKBS dan sekitar pelabuhan dimaksudkan untuk memperbaiki sistem hidrologi dan daerah tangkapan air serta penyerapan karbondioksida (CO2).

Selain sebagai acara dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang ke-18, program penanaman pohon ini juga merupakan implementasi dari program Corporate Social Responsibility Perusahaan yang telah dianggarkan di tahun 2014 ini. Selain melibatkan Direksi, Manajemen, dan Seluruh Insan PTKBS, program ini juga melibatkan para stakeholders Muspika Kecamatan Ciwandan dan masyarakat Kelurahan Lijajar yang berada di Kelurahan Tagalratu. Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud komitmen PTKBS dalam menciptakan manfaat bersama bagi semua pemangku kepentingan dan terhadap pelestarian lingkungan hidup. Sehingga usaha untuk mewujudkan Pelabuhan Cigading sebagai pelabuhan laut internasional yang hijau (green port), bersih serta aman dengan pelayanan handling yang prima dapat terwujud.(zf-sekper/kbs)

 

Last Updated on Tuesday, 04 March 2014 10:12
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8

Pengguna Online

We have 3 guests online

Peta Pengunjung