Login



Menu pengguna

Polling

Port of Cigading Development Priority
 

Penggunaan Perdana Fasilitas Handling Terminal Cigading II PDF Print E-mail
Written by Humas   
Thursday, 20 February 2014 07:04

Dengan misi “berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan bermanfaat dalam industri kepebuhanan dan yang terkait, bagi stake holder serta lingkungan sekitar” PT Krakatau Bandar Samudera selaku pengelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, terus menerus melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanannya kepada customer. Kepuasan customer adalah nilai tertinggi yang harus dicapai sehingga perusahaan akan tumbuh dan berkembang secara positif.


Menyadari hal tersebut dan sejalan dengan pembangunan pabrik Integrated Steel Mills oleh PT Krakatau Posco, maka Direksi dan Manajemen PTKBS telah merumuskan infrastruktur yang harus dibangun untuk memberikan pelayanan yang optimal di bidang jasa kepelabuhanan. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Port Facility Sharing Agreement antara PT Krakatau Bandar Samudera dengan PT Krakatau Posco, maka sejak penghujung tahun 2012 PTKBS telah melakukan investasi dan pembangunan-pembangunan sebagai upaya untuk menjawab tantangan pasar dan keinginan para customer jasa pelabuhan.

 

Last Updated on Thursday, 20 February 2014 07:08
Read more...
 
Warung Amal PT Krakatau Bandar Samudera PDF Print E-mail
Written by humas   

PT Krakatau Bandar Samudera

Meriahkan MTQ XI Provinsi Banten

 

M

 

usabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI tingkat Provinsi Banten terselenggara dengan sukses. MTQ tingkat provinsi tersebut berlangsung dari tanggal 19-23 Maret 2014. MTQ ke XI bertema “Momentum Membumikan Al Qur’an dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara” tersebut dibuka dan ditutup oleh Bapak Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi.

Pada MTQ Ke-11 ini, PT Krakatau Bandar Samudera ikut memeriahkan perhelatan akbar kota Cilegon tersebut dengan mendirikan dua unit warung amal. Warung Amal tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Krakatau Bandar Samudera. Warung amal yang dibuka selama MTQ berlangsung didirikan untuk memberikan pelayanan minuman dan makanan gratis kepada masyarakat yang menyaksikan para wakil-wakil delapan kabupaten/klota di Provinsi Banten bersaing dalam ajang MTQ. (zf/sekper-kbs)

 

Last Updated on Tuesday, 25 March 2014 05:07
 
Membangun Perekonomian Maritim PDF Print E-mail
Written by humas   

Seminar Nasional Kepelabuhanan

Membangun Perekonomian Maritim

Berdasar Tatanan Kepelabuhanan Nasional

P

erkembangan industri menengah, berat, dan kimia yang saat ini menjadi fenomena di negara-negara berkembang termasuk Indonesia telah menjadikan sektor industri kepelabuhan menggeliat seiring dengan pertumbuhan pasar. Khusus untuk Propinsi Banten, pertumbuhan sektor riil di provinsi ini terutama di wilayah Kota Cilegon memerlukan sarana infrastuktur pelabuhan laut yang mampu untuk melayani kebutuhan handling bahan baku dan hasil produksi.

Pelabuhan laut yang semula hanya sebagai tempat point dan link dari mata rantai transportasi laut, saat ini telah berkembang menjadi pusat layanan yang mampu menawarkan paket pelayanan komprehensif dan terpadu, pusat distribusi dan layanan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) bagi industri penggunanya. Saat ini disadari para pelaku penyedia jasa kepelabuhan menyadari bahwa adanya perubahan pola pikir konsumen dan sistem perdagangan dunia yang menginginkan adanya total solution yang disertai dengan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Memperhatikan hal tersebut dan dengan mengedepankan adanya potensi dan demand pasar akan jasa kepelabuhanan, maka pada hari Rabu lalu (12/3/2014) bertempat di Royale Krakatau, dilakukan Seminar Nasional Kepelabuhanan. Seminar Nasional ini merupakan prakarsa dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Banten (KSOP Banten) dan bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera serta Pelindo II Cabang Banten. Seminar Nasional tersebut menghadirkan Nara Sumber Capt. Bobby Mamahit yang saat ini menjabat selaku Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan. Adapun pemakalah antara lain David Rahadian (Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera), Agung (GM Pelindo II Cabang Banten), (INSA Banten). Seminar Nasional yang bertema “Membangun Perekonoimian Maritim Pelabuhan” dihadiri oleh pelaku-pelaku bisnis dan pengelola pelabuhan baik Pelabuhan Umum, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan pengusaha Dermaga Khusus (Dersus).

Seminar Nasional Kepelabuhan ini dibuka oleh Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Nafri, S.H., M.H. Dalam sambutannya Nafri menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi dalam industri jasa kepelabuhanan di dunia saat ini telah berkembang sangat cepat dan telah meningkatkan fungsi dan efisiensi pelayanan pelabuhan. “Mengingat hal tersebut sudah seyogyanya para pelaku penyedia jasa kepelabuhanan menyiapkan fasilitas kepelabuhanan dan sarana penunjangnya termasuk master plan untuk menangkap pasar yang ada”, papar Nafri.

Bobby Mamahit dalam paparannya menyorot pentingnya pengelola pelabuhan membuat master plan sebagai arah pengembangan bisnis pelabuhan. Master plan tersebut juga dirasa penting sebagai bagian dari pembuatan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Banten. “Pembuatan master plan dan Rencana Induk Pelabuhan merupakan kewajiban masing-masing pengelola pelabuhan dan penyelenggara pelabuhan sebagai amanat dari Undang-Undang Pelayaran No 16 tahun 1998. Rencana Induk Pelabuhan tersebut merupakan arajh kebijakan pengembangan pelabuhan secara nasional untuk jangka panjang”, papar Bobby. Rencana Induk Pelabuhan juga merupakan strategi bagi pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang ada di wilayah daratan dan perairan Banten sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pengoperasian dan pengembangan pelabuhan dalam perekonomian maritim nasional pada umumnya dan Banten khususnya.


Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Propinsi Banten, Agus Sutanto, pada kesempatan seminar ini mengingatkan tingginya potensi angkutan dalam pembangunan perekonomian di wilayah Banten. Agus menyatakan bahwa Pelabuhan Banten yang terletak di Selat Sunda merupakan kawasan laut yang sangat strategis bagi industri seperti industri kimia, minyak, gas, besi/baja, dan lain-lain. Selat Sunda merupakan jalur internasional yang paling sering dilewati kapal-kapal nasional maupun internasional seperti Australia, India, Afrika Selatan, Eropa Timur menuju Indonesia serta menuju Malaysia, Filipina, dan Singapura yang menjadi pusat perdagangan internasional kawasan Asia Pasific.“Kondisi ini tentunya akan bedampak terhadap industri pelabuhan dan pelayaran sebagai moda pengangkut”, tambahnya.

PT Krakatau Bandar Samudera Menuju Green Port

Pada Seminar Nasional kali ini, PT Krakatau Bandar Samudera juga diundang sebagai pemakalah mengingat peranannya yang besar dalam pengoperasian pelabuhan Cigading. David Rahadian selaku Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera memaparkan tentang keberadaan PT Krakatau Bandar Samudera sebagai salah satu penyelenggara pelabuhan termasuk sistem layanan dan fasilitas yang dimiliki dalam memberikan pelayanan kepada para customer. Seperti diketahui, PT Krakatau Bandar Samudera merupakan pengelola TUKS PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dimana pada tanggal 28 Februari 2014 yang lalu meresmikan fasilitas kepelabuhanan tambahan berupa Dermaga V, Dermaga VI, dua unit Grab Gantry Ship Unloader, dan satu unit sistem Line Conveyor. Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, PT Krakatau Bandar Samudera saat ini telah memberikan pelayanan tidak saja untuk kepentingan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. selaku induk Perusahaan, juga memberikan pelayanan handling untuk kargo milik PT Krakatau Posco, dan proses unloading/loading kargo food, feed, dan batu bara serta gypsum. PT Krakatau Bandar Samudera tercatat sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pertama di Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP.309 tahun 2010 tanggal 18 Juni 2010.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan peserta seminar, David Rahadian menambahkan bahwa untuk mewujudkan visinya sebagai Badan Usaha Pelabuhan Terkemuka di Indonesia dan untuk mengantisipasi pengembangan industri jasa kepelabuhanan yang semakin kompetitif, PT Krakatau Bandar Samudera telah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi manajerial dan operasional kepelabuhanan yang bertaraf world class port operator. PT Krakatau Bandar Samudera baru-baru ini telah menjalin kesepakatan kerja sama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) guna menyiapkan konsep training dan worskhop bagi karyawan PTKBS dan perumusan konsep PTKBS menuju green port.

Upaya yang dilakukan PTKBS ini tidak terlepas dari tuntutan pasar dan sebagai upaya untuk meningkatkan Integritas dan Loyalitas customer kepada PT Krakatau Bandar Samudera akan tetapi juga didorong keinginan untuk mewujudkan visinya sebagai Badan Usaha Pelabuhan Terkemuka di Indonesia. PTKBS percaya bahwa dengan adanya integritas dan loyalitas semua pihak atau stakeholders kepada PT Krakatau Bandar Samudera dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai induk Perusahaan, hal ini mampu memberikan nilai positif bagi tumbuh dan berkembangnya PTKBS dan PT Krakatau Steel (Persero )Tbk. PTKBS selaku pengelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PTKS berharap senantiasa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dari seminar Nasional Kepalabuhan yang diadakan sehari penuh tersebut disimpulkan bahwa berdasarkan Undnag-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran serta Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2009 tentang Kepelabuhanan disebutkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional merupakan suatu proses pengaturan ruang kepelabuhanan nasional yang memuat tentang kebijakan pengembangan pelabuhan jangka panjang, rencana lokasi, dan hierarki pelabuhan secara nasional yang merupakan pedoman dalam penetapan lokasi, pembangunan, pengoperasian dan pengembangan pelabuhan.

Adapun Rencana Induk Pelabuhan adalah pengaturan ruang pelabuhan berupa peruntukkan rencanan tata ruang tanah dan perairan di Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. Rencana Induk Pelabuhan Nasional tersebut menjadi dasar dalam penyusuanan Tatanan Kepelabuhan Nasional. Adapun Tatanan Kepabuhanan Nasional sangat penting artinya guna mewujudkan penyelenggara pelabuhan yang andal dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi, dan mempunyai daya saing global untuk menunjang pembangunan nasional dan daerah yang ber-Wawasan Nusantara guna mewujudkan misi ekonomi Indonesia 2015 mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. (zf/sekper-kbs).

Last Updated on Friday, 21 March 2014 01:47
 
Dermaga Baru Cigading Diuji PDF Print E-mail
Written by humas   
Tuesday, 18 February 2014 04:01

from Satelite News.


CILEGON - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pengelola Pelabuhan Cigading, saat ini telah siap mengoperasikan dermaga baru yang dibangun dengan investasi senilai Rp300 miliar.


Kesiapan tersebut ditandai dengan dilakukannya uji coba penyandaran dan
pelayanan kapal perdana di dermaga tersebut, Sabtu (15/2) pekan lalu. Kapal pertama yang berhasil sandar dan dilayani di dermaga baru KBS tersebut yakni kapal berbendera China dengan nama MP Ningbo Sea Lion yang mengangkut material cooking coal dari Australia untuk kebutuhan produksi PT Krakatau Posco. MP Ningbo Sea Lion ini merupakan kapal jenis panamax berkapasitas 65.000 DWT dengan panjang mencapai 225 meter.


Last Updated on Tuesday, 18 February 2014 04:03
Read more...
 
Perubahan waktu Pelaksanaan Aanwijzing PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 22 November 2013 15:20

PENGUMUMAN

No. KP.08.03/13/TIM-JEMBATAN/XI/2013

Perihal :

Perubahan waktu Pelaksanaan Aanwijzing Pelelangan Ulang Pengadaan dan Pemasangan Steel Girder Jembatan Akses PT Krakatau Bandar Samudera

 

Kepada seluruh Peserta dan yang berminat melakukan pendaftaran dan mengikuti proses pelelangan ulang Pengadaan dan Pemasangan Steel Girder untuk Pembangunan Jembatan Akses PT Krakatau Bandar Samudera, bersama ini disampaikan bahwa terdapat perubahan waktu pelaksanaan Aanwijzing yang semula dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 November 2013 menjadi hari Senin tanggal 25 November 2013 pukul 15.00 WIB dikarenakan satu dan lain hal yang menyebabkan pelaksanaan Aanwijzing tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Demikian perihal ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik diucapkan terima kasih.

 

Cilegon, 22 November 2013

 

Tim Pengadaan Jembatan Akses PT Krakatau Bandar Samudera

Last Updated on Monday, 25 November 2013 05:09
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8

Pengguna Online

We have 3 guests online

Peta Pengunjung